BIOGRAFI
AUGUSTINUS
MAKALAH
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu
Tugas Mata Kuliah Historiografi Umum Pada Prodi Sejarah dan Kebudayaan Islam
Dosen pembimbing : 1. Drs. Fajriudin, M.Ag
2. Wahyu
Iryana, M.Ag
Oleh:
Fahmi Muhammad Lutfi NIM 1155010037
JURUSAN
SEJARAH DAN PERADABAN ISLAM
FAKULTAS
ADAB DAB HUMANIORA
UNIVERSITAS
ISLAM NEGERI
SUNAN
GUNUNG DJATI
BANDUNG
2016
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kehadirat Allah Tuhan yang Maha Esa dan dengan rahmat serta karunia-Nya,
Penyusun dapat menyelesaikan makalah tepata waktu. Shalawat serta salam semoga
terlimpahkan kepada Rasulloh Muhammad SAW, besertakeluarganya,
sahabat-sahabatnya dan umatnya.
Makalah ini diajukan guna memenuhi tugas
pada mata kuliah Historiografi. Makalah ini masih jauh dari sempurna, penulis
mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah
ini. Harapan penyusun semoga makalah ini bermanfaat bagi semua pihak khususnya bagi penulis dan
umumnya bagi pembaca.
Akhir
kata semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan bahasa yang melimpah atas segala
sesuatu yang telah dipekerjakan dalam perbuatan makalah ini dan dapat dijadikan
acuan dalam proses pembelajaran.
Bandung, 1 Desember
2016
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.................................................................
I
DAFTAR ISI..............................................................................
II
BAB I PENDAHULUAN............................................................
1
A. Latar Belakang...................................................................
1
B. Rumusan Masalah..............................................................
2
C. Tujuan Masalah..................................................................
2
BAB II PEMBAHASAN............................................................
3
Biografi
Augustinus...........................................................
3
BAB III PENUTUP..................................................................... 6
Simpulan............................................................................. 6
DAFTAR PUSTAKA.................................................................. 7
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Masalah
Agustinus dari Hippo
(dalam bahasa Latin:
Aurelius Augustinus Hipponensis,
lahir 13 November
354 – meninggal 28 Agustus
430 pada umur 75 tahun),
atau biasa dikenal dengan Santo Agustinus, adalah seorang filsuf
dan teolog
Kekristenan
awal yang mana tulisannya mempengaruhi perkembangan Kekristenan Barat dan filosofi
Barat. Ia adalah Uskup
Hippo Regius (sekarang Annaba, Aljazair), yang terletak di Numidia,
Provinsi (Romawi) Afrika.
Ia dipandang sebagai salah seorang Bapa Gereja
terpenting dalam Kekristenan Barat karena tulisan-tulisannya di Era Patristik;
beberapa karyanya yang terkenal adalah Kota Tuhan
dan Pengakuan-pengakuan.
Menurut St Hieronimus, yang mana sejaman dengan Agustinus, ia telah
memperbaharui "Iman
kuno" (conditor antiquae rursum fidei). Di awal hidupnya, Agustinus
banyak dipengaruhi oleh Manikheisme dan sesudahnya oleh Neoplatonisme.
Setelah dibaptis
dan menjadi Kristen
pada tahun 387, Agustinus mengembangkan pendekatannya sendiri dalam filosofi
dan teologi dengan mengakomodir berbagai metode dan sudut pandang. Ketika Kekaisaran Romawi Barat mulai pecah,
Agustinus mengembangkan konsep Gereja Katolik sebagai suatu Kota rohani Allah (Yerusalem Baru), berbeda
dengan Kota Duniawi yang materiil. Pemikirannya sangat mempengaruhi pandangan
dunia pada abad pertengahan. Gereja yang berpegang pada
konsep Trinitas,
sebagaimana didefinisikan dalam Konsili Nicea
I dan Konsili Konstantinopel I, dikenal erat
sebagai Kota Allah-nya Agustinus.
Dalam Gereja Katolik dan Komuni
Anglikan, ia dipandang sebagai seorang santo, seorang Doktor Gereja
yang unggul, dan pelindung para biarawan Agustinian. Banyak kalangan Protestan,
terutama Calvinis,
menganggapnya sebagai salah seorang bapa teologis dari Reformasi Protestan karena ajarannya tentang
anugerah ilahi dan keselamatan.
Dalam Gereja Timur, banyak ajarannya yang tidak
diterima; kontrovesi doktrinal yang terpenting sehubungan dengannya adalah filioque.
Doktrin lain yang mungkin tidak diterima mencakup pandangannya mengenai dosa asal,
doktrin menenai anugerah, dan predestinasi.
Meski dianggap keliru dalam beberapa hal, Agustinus tetap dipandang sebagai
seorang suci. Gereja Ortodoks memberinya gelar "Yang
Terberkati" (Beato);
namun hal ini bukan berarti ia tidak dipandang sebagai seorang Santo oleh kalangan
Ortodoks, sebab hari peringatannya tercatat dalam kalender
liturgi mereka.
B.
Rumusan
Masalah
Bagaimana Biografi Augustinus?
C.
Tujuan
Penulisan
Untuk
mengetahui Biografi Augustinus
BAB II
PEMBAHASAN
Biografi Augustinus
Augustinus lahir di Tagaste, Aljazair, Afrika Utara, 13 November
354 M sebagai putra seorang ibu yang taat beragma yaitu Monika.[1]Ayahnya
bernama Patricius, seorang tuan tanah kecil dan anggota dewan kota yang kurang
taat beragama hingga menjelang akhir hayatnya. Agustinus dididik dan dibesarkan
secara kristen kendatipun karena adat istiadat yang berlaku pada masa itu, ia
tidak dibaptiskan ketika masih bayi.
Augustinus memperoleh pendidikan dasar di Tastage dan secara
khusus mempelajari bahasa latin dan ilmu hitung. Ketika berusia sekitar sebelas
tahun, Augustinus dikirim ayahnya ke Maduna untuk menyelesaikan pendidikan
dasarnya dan berhasil memperoleh pengetahuan yang cukup mengagumkan dalam tata
bahasa dan sastra latin.
Pada tahun 370 M, Augustinus dikirim ke Cartago untuk
melanjutkan studinya dalam bidang ilmu hukum sesuai dengan keinginan ayahnya.
Akan tetapi ia lebih tertarik mempelajari retorika, karena pada masa itu
kefasihan lidah akan mempermudah seseorang untuk meraih jabatan yang tinggi.
Gaya hidup Augustinus hedonistik[2]
untuk sementara waktu. Di carthago ia menjalin hubungan dengan seorang
perempuan muda selama lebih dari sepuluh tahun. Dari hubungan suami istri tanpa
nikah itu Augustinus memperoleh seorang anak bernama Adeodatus.[3]
Setelah membaca Hortensius Karya Cicero yang berisi pujian
dan pujian terhadap filsafat, Augustinus (373 M) mulai tertarik pada filsafat,
Khususnya ajaran Manicheisme[4]
yang setia. Setelah kurang lebih 4 tahun menjadi pengikut Manicheisme,
Augustinus mulai merasakan bahwa sebenarnya karakter filsafat Manicheisme
bersifat destruktif. menurut pandangannya ajaran ini dapat merusak dan
memusnahkan segala sesuatu tetapi tidak sanggup membangun apapun. Moralitas
para pengikut Manicheisme ternyata juga lebih buruk dari dugaannya. Oleh sebab
itu, ia mulai meninggalkan ajaran Manicheisme. Dalam waktu beberapa tahun, ia
menjadi orang yang skeptis.
Pada tahun 383 M, Augustinus meninggalkan Carthago menuju
Roma, kemudian pindah ke Milano (tempat tinggal Ambrosius) dan diangkat menjadi
guru besar ilmu retorika. Disini , ia berkenalan dengan ajaran filsafat Plato
dan Neo-Plantonis sebelum masuk agama Kristen. Dalam hidupnya, ia banyak
dipengaruhi oleh Ambrosius, seorang ahli retorika sebagaimana Augustinus
sendiri, namun lebih tua dan lebih berpengalaman.
Pada tahun 386 M, ia “bertaubat” dan memutuskan menjadi
Kristen. Peristiwa ini terjadi setelah ia membaca riwayat hidup St. Antonius
dari padang Pasir yang sangat menarik perhatiannya. Ia meninggaalkn kariernya
dalam retorika, melepaskan jabatannya sebagai seorang profesor di Milano, dan
keinginannya untuk menikah, dan mengabdikan diri sepenuhnya untuk melayani
Allah dan praktik imamat.
Sebuah pengalaman penting yang memengaruhi pertaubatannya
adalah suara dari seorang gadis kecil yang didengarnya menyampaikan pesan
kepadanya melalui sebuah nyanyian kecil untuk mengambil dan membaca Alkitab.
Pada saat itu, ia membuka Alkitab secara asal dan menemukan sebuah ayat
dari Paulus. Ia menceritakan perjalanan
rohani ini dalam bukunya yang terkenal dengan pengakuan –pengakuan Augustinus.
Buku itu kemudian menjadi buku klasik dalam teologi Kristen maupun sastra
dunia.
Uskup Ambrosius membaptiskan Augustinus pada hari paskah pada
387 M, dan tidak lama sesudah itu pada 388 M ia kembali ke Afrika. Dalam
perjalanan ke Afrika itulah Monika (Ibu Augustinus) meninggal. Tidak lama
kemudian anak laki-lakinya menyusul kematian sang nenek sehingga ia praktis
hidup sendiri di dunia tanpa keluarga.
Di Arika utara ia membangun, ia membangun sebuah biara di
Tagaste untuk dirinya sendiri dan sekelompok temannya. Pada tahun 391 M, ia
ditahbiskan menjadi seorang imam Gereja di Hippo Regius, (kini Annaba, di
Aljazair).[5]
Ia menjadi seorang pengkhotbah terkenal (lebih dari 350 Khotbahnya yang
terlestarikan diyakini otentik) dan dicatat karena melawan ajaran Manicheisme
yang pernah dianutnya.
Ia merupakan seorang yag berdedikasi dan memiliki loyalitas
tinggi sehingga dalam kepemimpinannya sebagai uskup kegiatan gereja berjalan
baik dan bertambah maju. Ia tidak hanya memimpin keuskupan dan berkhotbah saja
tetapi juga mengajar dan berdiskusi dengan penganut-penganut bid’ah
(Manicheisme,Donatisme, dan Pelagianisme). Oleh karena hasil-hasil karya dan
jasa keuskupannya, ia dijuluki sebagai pujangga dan Bapak Gereja latin yang
terbesar.[6]
BAB
III
PENUTUP
Simpulan
Santo Aurelius
Augustinus adalah sejarawan yang mewakili karakter zamannya yakni masa
Pertengahan. Periode pertengahan identik dengan masa pengaruh agama Kristen
yang theosentris, dominasi gereja, dan feodalistik. Kondisi ini berpengaruh
terhadap karya tulis yang ia hasilkan termasuk penulisan sejarah. Penulisan
sejarahnya bertolak dari gereja dan pendekatan yang ia gunakan adalah teologis.
Para penulis
sejarah masa itu banyak di antaranya adalah para aktifis gereja. Salah satu
karya Augustinus yang masyhur adalah The Civitate Dei atau The City of God.
Buku ini ditulis dengan maksud keagamaan yakni melakukan pembelaan atas tuduhan
kaum Pagan kepada masyarakat Romawi yang telah memeluk agama Kristen sebagai
penyebab kehancuran kekaisaran Romawi. Karyanya menunjukkan bahwa penulisan itu
bertujuan untuk melakukan pembelaan terhadap agama. Kendati demikian, karyanya
juga berisi kesejarahan yang agamis, mendalam, dan sistematis. Pada karya ini,
Augustinus menunjukkan kemampuannya dalam mengintegrasikan sejarah dengan
filsafat sehingga menjadi suatu penjelasan sejarah yang kritis dan sistematis.
Dalam hal ini, ia berusaha merelevankan
kekristenan dengan kehidupan intelektual pada masanya. Pandangan ini tidak
lepas dari pengetahuan (filsafat, retorika, dan sejarah) yang dimilikinya dan
pengalaman hidup dilaluinya. Terakhir, kajian ini juga potensial memberikan
kontribusi berharga bagi pengembangan, penjelasan, dan penulisan sejarah
Islam.
DAFTAR PUSTAKA
Iryana, wahyu. Historiografi Barat. Bandung: Humaniora, 2014.
Bertens, Kees. Ringkasan Sejarah Filsafat. Yogyakarta: Kanisius, 1981.
Bertens, Kees. Ringkasan Sejarah Filsafat. Yogyakarta: Kanisius, 1981.
Gay, Peter
& Gerald J. Cavanaugh. Historians at Work, Vol. 1. New York: United State
of America, 1972.
Heuken, Adolf,
SJ. Ensiklopedi Gereja Jilid I. Jakarta: Yayasan Cipta Loka Caraka, 1991.
Kuntowijoyo.
Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Yayasan Bentang Budaya, 1995.
Rapar, J.H.
Filsafat Politik: Plato Aristoteles Augustinus Machiavelli. Jakarta: PT Raja
Grafindo Persada, 2001.
Suhelmi,
Ahmad. Pemikiran Politik Barat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2001.
http:id.wikipedia.org/wikiAugustinus_dari_Hippo
diakses Senin 1 Desember 2016.
http://www.sabda.org/sejarah/artikel/kota_allah_sebuah_interpretasi
_teologis.htm diakses 1 Desember 2016.
[1] Heukeun, Adoif, SJ, Eusiklopedi
Gereja Jilid 1. (Jakarta: Yayasan
Cipta Loka Caraka, 1991), hlm.61
[2] Hedonistik yang dimaksud adalah
nilai pokok dalam hidup adalah merasakan kesenangan-kesenangan yang berupa
kenikmatan-kenikmatan sampai kepada kepuasan yang murni dan terus menerus dalam
arti apapun tujuannya dan betapapun susahnya.
[3] Ahmad Suhelmi, Pemikiran Politik Barat (Jakarta:
Gramedia Pustaka Utama, 2001). Hlm.71
[4] Aliran Manicheisme yaitu bid’aah
yang menolak Allah dan mengtamakan rasionalimse
[5] Peter Gay dan Gerald J. Cavanaugh, Historians At work, Vol. 1 (New York
United Sate of America, 1972), hlm.269.
[6] Heukeun, Adolf. S,J, Op.Cit, hlm.61
